8 Tips Menyapu yang Benar, Cepat, dan Efektif Untuk Lingkungan Operasional

7 Tips Memaksimalkan Fungsi Circuit Breaker untuk Mencegah Kebakaran

Ketika suatu Circuit Breaker bekerja tidak optimal maka bisa saja terjadi pemutusan rangkaian listrik yang tidak seharusnya terjadi. Bahkan Circuit Breaker yang kondisinya buruk bisa saja tidak memutus arus listrik “dilarang untuk meng-copy artikel ini sembarangan karena artikel ini dibuat oleh tim www.teknikdepok.com tolong cantumkan sumber jika anda ingin meng-copy data kami” ketika dibutuhkan sehingga menyebabkan kebakaran. Oleh karena itu, berikut adalah 7 tips untuk Circuit Breaker agar tidak terjadi Kebakaran.

Diperlukan pemecahan dari Master Circuit Breaker ke Mini Circuit Breaker. Hal ini dilakukan agar Mini Circuit Breaker dapat menangani kelebihan arus pada rangkaian listrik tertentu, sehingga tidak mengganggu rangkaian yang lainnya.

Nilai arus maksimal dari Mini Circuit Breaker haruslah lebih kecil dibanding Master Circuit Breaker. Sudah jelas mengapa nilai arus maksimal mini circuit breaker haruslah kecil, karena ketika nilainya sama dengan master circuit breaker, maka ketika terdapat dua atau lebih mini circuit breaker, arus yang keluar akan langsung diputus oleh Master circuit breaker, dan bisa terjadi kebakaran, karena master terlambat dalam memutus mini circuit breaker

Gunakan ELCB atau RCCB (Residual Current Circuit Breaker). ELCB atau RCCB befungsi untuk melindungi manusia dari sengatan listrik dan bahaya kebakaran, berdasarkan fungsinya, ELCB dan RCCB berbeda dengan MCB atau yang lainnya, karena mengamankan manusia dari sengatan listrik.

Gunakan jenis dan ukuran kabel yang sesuai untuk peruntukan dan kapasitas hantar arusnya. Ketika kabel yang digunakan memiliki daya yang lemah namun digunakan untuk rangkaian listrik dengan arus yang melebihi kabel tersebut, maka kabel tersebut akan memanas dan terjadi kebakaran.

Gunakan secondary disconnect. Main Disconnect digunakan untuk menghubungkan circuit breaker ke bus-nya, sedangkan Secondary Disconnect digunakan untuk membawa daya dari control circuit ke circuit breaker. Sehingga terdapat 2 pengaman ketika terjadi gangguan listrik

See also  Pengenceran cat thinner depok

Ground Disconnect. Hal ini diperlukan agar ketika terjadi hubung singkat atau gangguan maka akan langsung terhubung ke ground dan dapat membuat alat pengaman Circuit Breaker bekerja secepat mungkin. “dilarang untuk meng-copy artikel ini sembarangan karena artikel ini dibuat oleh tim www.teknikdepok.com tolong cantumkan sumber jika anda ingin meng-copy data kami” Ground Disconnect dihubungkan dari frame ke ground bus pada MCCB. Sehingga memastikan bahwa frame dari MCCB terhubung ke ground ketika frame tersebut terdapat tegangan yang tidak diinginkan.

Lakukan maintenance secara berkala untuk Circuit Breaker. Maintenance yang biasa dilakukan untuk Circuit Breaker adalah melepaskan dan membersihkan bagian insulatornya dengan vacuum atau jika diperlukan menggunakan cairan pembersih. Pastikan bagian insulator bersih dan kering. Pastikan semua bagian kontak-nya bersih dan teratur dengan baik, sehingga tidak terjadi hubung singkat. Periksa bagian bagian operasinya, sebagai contoh apabila terdapat bagian yang longgar, rusak atau sudah lama terpakai.

Itulah 7 tips untuk Circuit Breaker agar tidak terjadi Kebakaran. Diharapkan, anda dapat meminimalisir terjadinya hubung singkat ataupun kebakaran pada rangkaian listrik yang ada. Hal yang sangat diperlukan untuk Circuit Breaker adalah maintenance secara berkala, sehingga tidak ada bagian yang rusak atau bagian yang longgar.

.

Aplikasi Circuit Breaker pada Industri

ircuit Breaker sebagaimana kita tahu fungsinya adalah untuk pemutus listrik otomatis apabila suatu instalasi listrik mengalami gangguan seperti beban lebih, hubung singkat (short), percikan api (ignition) dan lain lain. Oleh karena itu dengan berbagai macam gangguan dan cara cara pemutusan dan jenis arus yang diamankan, maka terdapat 8 jenis alat Circuit Breaker yang biasa digunakan.

MCB (Miniatur Circuit Breaker)

MCB menggunakan thermis dan Relay yang bekerja dengan menggunakan 2 buah logam yang digabungkan, dan pengaman relay menggunakan elektromagnetik yang dapat menarik angker dari besi Lunak. Cara kerja dari MCB hamper sama dengan TOR (Thermal Overload Relay). Arus yang dapat diamankan berkisar dair 2 A sampai 64 A.

See also  Jaring Kandang Ayam Sebagai Pengganti Jaring Kawat atau Bambu depok

MCCB (Mold Case Circuit Breaker)

Cara kerja dari MCCB sama denga MCB, namun perbedaannya adalah dapat memutus arus sesuai batas beban yang diinginkan. Arus yang dapat diamankan juga lebih tinggi yaitu 100 A sampai 400 A.

ELCB (Eeath Leakage Circuit Breaker)

ELCB adalah alat untuk mengamankan ketika terjadi kebocoran arus listrik tegangan sentuh yang tidak seharusnya contohnya manusia yang tersengat listrik. Cara kerja dari ELCB adalah ketika ELCB akan menyentuh tanah atau kabel ground maka sebelum hal tersebut terjadi, ELCB akan memutus arus. Sensitivitas ELCB adalah sekitar 30 mA, dimana ELCB akan trip otomatis ketika melebihi 30 mA.

ACB (Air Circuit Breaker)

ACB digunakan untuk memadamkan busur api berupa udara yang timbul akibat proses switching atau hubung singkat. Batas maksimal arusnya sekitar 800 A sampai 4000 A yang dilengkapi dengan relay solid state.

OCB (Oil Circuit Breaker)

OCB berguna untuk mengamankan ketika terjadi gangguan dengan mengunakan minyak. Cara kerjanya adalah minyak pada OCB akan berubah menjadi uap minyak ketika busur api dikelilingi oleh gelembung gelembung uap minyak tersebut dan OSB akan langsung memutus tegangan listrik tersebut. Tipe Circuit breaker ini berkisar antara 8000 MVA di 245 KV.

VCB (Vacuum Circuit Breaker)

VCB kegunaannya hamper mirip dengan OCB yaitu pada industry atau sistem tegangan listrik yang tinggi. Perbedaan dari OCB dan ACB adalah pada VCB terdapat ruang hampa untuk mengamankan dari busur api sehingga pada saat terbuka dapat mengisolir hubungan setelah bunga api terjadi.

NFB (No Fuse Circuit Breaker)

NFB bekerja apabila arus yang mengalir pada NFB melebihi dari Arus Nomina pada NFB, maka NFB akan memutuskan arus-nya. Arus yang dapat diamankan adalah 250 A.

See also  Cara Pemasangan Paku Gypsum untuk Konstruksi Rumah Depok

SF6CB (Sulfur Circuit Breaker)

Pada SF6CB digunakan gas Sulfur Hexafluoride untuk pengamanan sistem Circuit Breakernya. Gas tersebut merupakan gas yang berat dan mempunyai sifat dielektrik dan dapat memadamkan busur api yang baik. Cara kerjanya adalah gas yang terdapat pada SF6CB akan ditiupkan pada rangkaian sepanjang busur api ketika terjadi gangguan, yang kemudian gas tersebut akan mengambil panas dari busur api sehingga padam.

Itulah beberapa macam Circuit Breaker dan aplikasinya. Terdapat banyak jenis dari Circuit Breaker dan juga kegunaannya yang berbeda. Perbedaan dari satu Circuit Breaker dengan yang lainnya adalah pada maksimal arus yang dapat diamankan dan juga media pengamanannya. Setelah membaca artikel ini, diharapkan Anda dapat memilih Circuit Breaker sesuai dengan kebutuhan sistem listriknya.

Anda bisa mendapatkan semua bahan yang diperlukan di atas di toko kami www.teknikdepok.com/alamat

Grosir / request alat teknik dan bangunan yang cukup sulit WHATSAPP only ya 0857-1003-2801 atau https://wa.me/6285710032801 Kita menyediakan admin khusus, silahkan chat wa di nomor tersebut. Jam aktif nya di jam 7 pagi – 5.30 sore setiap senin-sabtu.

Toko kami BUKA SETIAP HARI bisa mengunjungi Tokopedia kami di bawah ini

https://www.tokopedia.com/citrabangunan?keyword=tambang

atau untuk melihat katalog produk kami yang lain Anda dapat lihat pada website kami di www.teknikdepok.com

khusus pemesanan bahan bangunan yang besar, seperti triplek, tangki air, seng, pipa, dll.

bisa hubungi nomer 0851 0000 2579 atau 0851 004 39 630 atau 7888 1702 ( khusus telfon)

“mohon tidak meng copy artikel ini sembarangan karena artikel ini dibuat oleh tim www.teknikdepok.com mohon sertakan sumber bila anda memang mau meng copy data kami”

Selamat Berbelanja, Kami Tunggu Kedatangan dan Pesan


Posted

in

by

Tags:

Chat kita.
Mau order lewat WA dan dikirim gojek?
Ada yang bisa aku bantu?