Mengenal Jenis Baut Dan Mur (Bolt & Nut) Serta Klasifikasinya Depok

Toko Bangunan Depok dan Alat Teknik Depok menjual Macam Macam Jenis Baut dan Mur Klik di www.teknikdepok.com

Mengenal Jenis Baut Dan Mur (Bolt & Nut) Serta Klasifikasinya

Mengenal Jenis Baut dan Mur (Bolt & Nut) Serta Klasifikasinya. Baut dan mur menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan kebutuhan sehari-hari mulai dari profesional yang bekerja dengan alat teknik maupun “dilarang untuk meng-copy artikel ini sembarangan karena artikel ini dibuat oleh tim www.teknikdepok.com tolong cantumkan sumber jika anda ingin meng-copy data kami” keperluan rumah tangga banyak yang menggunakan baut dan mur. Dipasaran terdapat banyak sekali tipe dan jenis baut, berikut ini sedikit ulasan mengenai jenis baut dan mur serta klasifikasinya.

Mengenal Jenis Baut dan Mur (Bolt & Nut) Serta Klasifikainya. Baut (Bolt) merupakan suatu batang atau tabung yang membentuk alur heliks atau tangga spiral pada permukaannya dan mur (Nut) adalah pasangannya. Fungsi utama baut dan mur adalah menggabungkan beberapa komponen sehingga tergabung menjadi satu bagian yang memiliki sifat tidak permanen. Maka dari itu komponen yang menggunakan sambungan ini dapat dengan mudah dilepas dan dipasang kembali tanpa merusak benda yang disambung.

Sebagian besar baut dan mur digunakan sebagai pengerat dengan memutar searah dengan jarum jam yang disebut dengan ulir kanan. Sedangkan baut dan mur dengan ulir kiri digunakan pada kebutuhan tertentu yang berlawanan dengan arah jarum jam, seperti pedal pada sepeda.

Baut dan mur banyak dipergunakan dalam industri otomotif dan konstruksi. Seringkali kita temukan komponen ini dalam kendaraan bermotor baik itu mobil maupun motor serta menjadi bagian dalam pembuatan jembatan dan kontruksi lainnya. Selain itu, baut dan mur juga digunakan dalam pembuatan mesin.

Ada jenis baut dan mur yang sering digunakan pada kegiatan konstruksi, otomotif maupun lainnya sesuai dengan kebutuhannya. Berikut ini adalah jenis-jenis baut dan mur.

1.            Carriage Bolts

Carriage bolts, banyak digunakan pada penyambungan komponen jenis kayu. Baut ini memiliki kepala berbentuk kubah dan memiliki bentuk empat persegi pada bagian lehernya. Bentuk persegi pada bagian leher ini berfungsi untuk mempererat komponen yang disambungkan dengan menekan masuk ke dalam kayu sehingga menghasilkan ikatan yang kuat.

See also  Apa Saja Fungsinya Dan Berapa Harga Traffic Cone Fiber

2.            Square Head Bolts

Square head bolts menjadi salah satu jenis baut yang menjadi favorit untuk digunakan. Baut dengan kepala berbentuk segi empat ini  pada umumnya digunakan untuk pada industri berat dan pekerjaan konstruksi.

3.            Flange Bolts

Flange bolts adalah jenis baut yang pada bagian bawah kepala bautnya terdapat bubungan (flens). Flens ini didesain untuk memberikan kekuatan pada baut seperti menggunakan washer. Material dalam baut ini beragam, mulai dari besi biasa hingga baja hitam.

4.            Hex bolts

Hex bolts, merupakan baut yang umum digunakan ditemukan pada pekerjaan konstruksi maupun perbaikan. Baut ini memiliki ciri umum yaitu kepala yang memiliki bentuk segi enam (hexagonal) Hex bolts memiliki sifat atau bahan baku tertentu sesuai dengan penerapannya pada sebuah komponen yang akan dihubungkan. Bahan baku pembuatan baut ini diantaranya adalah ; stainless steel, carbon steel, dan alloy steel yang dilapisi dengan kadium atau seng plating untuk menghindari terjadinya korosi.

Aplikasi untuk baut yang memiliki bentuk kepala segi enam ini  sangat bervariasi, mulai dari eksterior, otomotif untuk kelautan; pesisir, dan lingkungan yang bersuhu tinggi.

Mur tak mau kalah dengan baut yang memiliki berbagai jenis dan model sesuai dengan kebutuhannya. Mur juga memiliki berbagai jenis model dan dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan serta fungsinya. Berikut adalah beberapa tipe kepala yang dimiliki oleh mur, diantaranya adalah :

1.            Mur Segi Enam

Mur segi enam (hexagonal plain nut). Digunakan pada semua keperluan industri.

2.            Castellated nut

Mur dengan kepala berbentuk mahkota atau dengan slot pengunci (castellated nut & slotted nut) ini merupakan jenis mur yang dilengkapi dengan mekanisme penguncian. Kepala mur jenis ini bertujuan untuk mengunci posisi mur untuk tidak mengubah posisi yang telah ditentukan.

3.            Mur Pengunci

Terakhir adalah mur pengunci (lock nut), merupakan mur yang memiliki ukuran lebih tipis dibandingkan mur pada umumnya. Mur pengunci biasanya dipasangkan di bawah mur utama yang berfungsi sebagai pengunci.

See also  Fungsi dari simat kawat depok

Spesifikasi Baut

Bentuk bolt terdiri atas Head body dan thread. Ukuran head berdasarkan jarak bidang rata pada bagian Head. Ukuran head bolt menentukan

beberapa ukuran kunci atau socket yang dipergunakan. Ukuran bolt ditentukan oleh diameter puncak threat, sedangkan panjang bolt diukur

dari bagian bawah head ke bagian ujung thread ( bolt ). Beberapa bentuk bolt memiliki ketentuan penentuan ukuran panjang yang berbeda dalam penunjukkan ukuran bolt.

Kemudian bolt juga dibedakan berdasarkan jenis threadnya :

a. Part thread

b. Full thread

1. Bolt Inch

Ukuran bolt ditentukan juga oleh ukuran thread. Berdasakan standarisasi Unified Screw Thread Standard, “dilarang untuk meng-copy artikel ini sembarangan karena artikel ini dibuat oleh tim www.teknikdepok.com tolong cantumkan sumber jika anda ingin meng-copy data kami” thread diukur dengan menghitung jumlah puncak ulir setiap inchi. Unified screw ukuran bolt dinyatakan dengan notasi seperti berikut :

Bolt Code : ½ – 20 – UNC – 3

3     =  Panjang dalam satuan inch

C     = Coarse ( ulir kasar )

F     = Fine ( ulir halus )

20   = Jumlah puncak ulir per inch

1/2  = Diameter luar puncak ulir

Thread dibedakan atas coarse thread ( kasar ) dan fine thread ( halus ) yang ditandai dengan notasi UNC untuk coarse thread dan UNF untuk fine thread. Coarse thread memiliki alur yang lebih dalam dan aplikasinya banyak digunakan. Fine thread memiliki alur thread kecil aplikasinya pada permukaan tertentu, misal untuk pengikat parts yang tipis.

2. Bolt Metric

Pada Standarisasi Metric, ukuran ulir ditentukan dengan ukuran jarak antara puncak ulir terdekat. Notasi yang digunakan untuk menyatakan ukuran ulir metric adalah sebagai berikut :

Bolt Code : M 12 x 1.75 – 80 – 8.8

8.8    = Class kekuatan baut

80     = Panjang baut

1.75  = Jarak puncak thread dalam satuan mm

12     = Ukuran puncak thread dalam mm

M     = Ukuran ISO Metric threads

Tingkat ( Grade ) kekuatan bolt

A. SAE

Society of Automotive Engineers ( SAE ) menerbitkan standarisasi untuk mengklasifikasikan unified ( inch-series ) bolt pada beberapa grade berdasar material, treatment dan tensiIe strength ( kekuatan tariknya ). Klasifikasi grade ditunjukan dengan tanda pada permukaan atas head bolt Tabel berikut menunjukan spesifikasi dan tanda bolt berdasarkan standarisasi SAE.

See also  Kegunan Dari Gergaji Kayu Lipat

B.ISO   

Standarisasi Klasifikasi Grade bolt metric ditetapkan oleh International Standardization of Organization ( ISO ). Klasifikasi berdasarkan atas kekuatan tensile dan yield. Tanda angka pada permukaan atas bolt menandakan klasifikasi kekuatannnya. Semua bolt dan capscrew berdiameter diatas 4-mm memiliki tanda angka pada permukaan atas head bolt. Tabel berikut menunjukkan klasifikasi dan tanda yang digunakan pada bolt metric.

Istilah yang sering digunakan pada Fastener :

1.            alloy steel = Jenis dari steel yang berisi material lain sengaja ditambahkan untuk memperbaiki kualitas logam.

2.            carbon steel = Jenis dari logam yang dibuat dari besi dan carbon tanpa tambahan lain. Sebagian besar fasteners dibuat dari carbon steel.

3.            fastener = Alat yang menyatukan dua atau lebih benda. fastener dapat berupa bolt, kancing, nut.

4.            Proof Load = Nilai 80 ~ 90 persen  dari yield.

5.            tempered = Pengerasan pada metal dengan cara dipanaskan

6.            yield strength = Kemampuan dari material menahan gaya yang menariknya hingga melar tapi material tersebut masih bisa kembali  kebentuk semula.

7.            tensile strength = Gaya atau beban maksimal yang menyebabkan fastener dapat berubah bentuk (melar) secara permanent.

Jenis fastener/pengencang bolt memang paling sering digunakan dalam merakit komponen atau mengikat subkomponen seperti piping, hose, bracket/penahan dll. Hal ini harus diperhatikan secara benar dan teliti, dalam memilih, memasang dan mengencangkan sesuai rekomendasi shopmanual atau lihat tabel di atas. Jika tidak maka masalah fatal/serius akan membuat pekerjaan kita jadi Re-DO(kerja ulang) dan itu sangat merugikan dari segi waktu lebih-lebih cost/biaya yang membengkak.

Untuk melihat berbagai macam macam jenis Baut dan Mur  dapat anda Klik www.teknikdepok.com

Anda bisa mendapatkan semua bahan yang diperlukan di atas di toko kami www.teknikdepok.com/alamat

Grosir / request alat teknik dan bangunan yang cukup sulit WHATSAPP only ya 0857-1003-2801 atau https://wa.me/6285710032801 Kita menyediakan admin khusus, silahkan chat wa di nomor tersebut. Jam aktif nya di jam 7 pagi – 5.30 sore setiap senin-sabtu.

Toko kami BUKA SETIAP HARI bisa mengunjungi Tokopedia kami di bawah ini

https://www.tokopedia.com/citrabangunan?source=universe&st=product&keyword=baut%20mur

atau untuk melihat katalog produk kami yang lain Anda dapat lihat pada website kami di www.teknikdepok.com

khusus pemesanan bahan bangunan yang besar, seperti triplek, tangki air, seng, pipa, dll.

bisa hubungi nomer 0851 0000 2579 atau 0851 004 39 630 atau 7888 1702 ( khusus telfon)

“mohon tidak meng copy artikel ini sembarangan karena artikel ini dibuat oleh tim www.teknikdepok.com mohon sertakan sumber bila anda memang mau meng copy data kami”

Selamat Berbelanja, Kami Tunggu Kedatangan dan Pesan


Posted

in

by

Tags:

Chat kita.
Mau order lewat WA dan dikirim gojek?
Ada yang bisa aku bantu?