toko alat teknik depok citra mandiri

Tips Mencegah Gejala Acian Retak Rambut Pada Dinding Depok Jakarta

Toko bangunan citra depok menjual raskam www.teknikdepok.com

Tips Mencegah Gejala Acian Retak Rambut Pada Dinding

Sering kali kita melihat dinding tembok mengalami retak rambut sehingga pada saat di cat keliatan sekali tidak bagu. Begitu juga dengan dinding tembok rumah anda.

 Apakah dinding rumah Anda ada masalah-masalah  seperti  acian dinding retak ? atau acian dinding mengelupas ? Yuk kenali gejala dan antisipasinya.

Adanya retak pada dinding rumah sangat mengganggu pemandangan dan merusak estetika sebuah bangunan. “tim www.teknikdepok.com membuat artikel ini dengan sepenuh hati, di harap jangan mengcopy artikel ini ” Rumah menjadi terkesan  “jelek” yang sangat merusak pemandangan jika pada dinding-dindingnya terdapat banyak retak. Retak pada dinding rumah terlihat sangat menjengkelkan dan membuat perasaan tidak nyaman, bahkan nilai jualnya pun akan turun drastis meskipun itu terjadi pada rumah mawah atau menengah atas.

Dinding yang mulus dan rapi bebas dari gejala retak adalah sebuah parameter yang sangat mempengaruhi value sebuah properti hunian tempat tinggal. Gara-gara gejala ini, pemilik rumah tak segan-segan mengeluarkan biaya extra untuk memperbaiki acian dinding retak ini, meskipun terkadang hanya untuk sebuah prestise.

Jenis-jenis retak pada dinding

Secara garis besar retak pada dinding terbagi menjadi 2 jenis, yaitu retak struktural dan retak non-struktural.

Retak struktural terjadi karena adanya pergerakan struktur yang terjadi pada pondasi, kolom struktur, yang disebabkan oleh kegagalan struktur maupun karena pengaruh getaran external seperti gempa bumi dan lain-lain. Ciri-ciri retak struktur ini biasanya berbentuk lurus memanjang secara tegak lurus atau diagonal bidang dinding. Pada retak jenis ini substrate bata didalamnya juga sudah retak atau pecah, hingga juga terjadi didalam plester dan aci. Perbaikan dan pencegahan retak struktural paling baik adalah dengan menambah perkuatan pada bidang yang teridentifikasi bergerak, baru kemudian memperbaiki dinding yang pecah atau retak tersebut.

Retak non-struktural atau retak rambut, cenderung dipengaruhi oleh adanya gejala deformasi atau gejala muai-susut material bahan bangunan sebagai respon adanya perubahan kondisi lingkungan (cuaca). Retak rambut pada umunya berbentuk tak beraturan yang tersebar merata dibidang dinding. Berbeda “tim www.teknikdepok.com membuat artikel ini dengan sepenuh hati, di harap jangan mengcopy artikel ini ” dengan retak struktural, substrate bata dalam dinding belum pecah atau retak, yang mengalami keretakan hanya terbatas pada plester dan atau acian. Gejala retak rambut ini lebih dominan terjadi pada acian dinding luar bangunan yang terpapar dengan hujan dan panas secara langsung.

Mekanisme terjadinya retak rambut

Sebagaimana sifat material pada umumnya, pada saat cuaca panas dan kering beton dapat mengalami penyusutan volume (shrinkage), dan apabila dalam keadaaan basah maka material beton juga akan mengalami pengembangan volume (swelling), ini adalah sifat dasar material. Munculnya retak pada plaster atau aci  terjadi karena daya tarik (tensile strength) deformasi melewati titik kritis daya lentur (flexural strenght).  Atau bisa diterjemahkan, retak rambut tersebut muncul apabila material beton pelapis dinding (plester atau aci) tidak cukup elastic untuk mengimbangi fenomena deformasi muai-susut material tersebut.

Penyebab plester dan acian retak rambut

Teknik aplikasi yang tidak tepat dan tidak memperhatikan standar pekerjaan yang baik pada waktu konstruksi bangunan sangat mempengaruhi baik-jeleknya flexural strength tembok dari plester dan aci dinding. Mutu bahan sangat mempengaruhi kualits beton yang dihasilakan, penyebab yang umum dijumpai dilapangan antara lain : penggunaan pasir yang kurang bagus, kualitas air, dan lain-lain. Selain itu, mix design yang kurang memperhatikan mutu serta rendahnya konsistensi adukan campuran bahan juga berkontribusi yang mengakibatkan tembok yang dihasilkan tidak tepat mutu.

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah karena kurang memperperdulikan interval waktu hingga beton mencapai kondisi settlemen (curing time dan setting time), tembok yang belum settled cenderung masih mengalami deformasi tinggi.

Contoh : Pekerjaan plester, apabila adukan plester yang dalam kondisi basah (swell) diaplikasikan  pada dinding bata yg dalam kondisi sangat kering (shrinkage), dinding yang terlalu kering tadi akan menyerap kandungan air yang ada dalam adukan plester, sehingga pada saat bahan plesteran mulai mengering akan muncul keretakan pada bahan plesteran, ini sebagai respon mengembangnya (swelling) substarte dinding. Fenomena yang sama juga bisa terjadi pada fase antara pekerjaan pemplesteran dan pengacian.

Bagaiamana mencegah supaya acian agar tidak retak rambut?

Retak rambut ini sebenarnya sangat mudah untuk diantisipasi, pencegahannya paling praktis adalah dengan pemilihan material yang berkulitas dan memiliki daya lentur baik untuk mengimbangi fenomena deformasi.

Solusi praktis untuk mrndapatkan plesteran dan acian supaya tidak retak rambut adalah dengan memperhatikan kaidah-kaidah sebagai berikut :

Carilah aplikator yang berpengalaman yang memiliki skill pekerjaan plester dan acian dinding yang baik agar standar mutu dan kerapihan pekerjaan lebih terjaga.

Sebelum mengaplikasikan pekerjaan plester atau aci, pastikan agar dinding dasarnya sudah mencapai titik pengerasan/pengeringan sempurna (settle), standar idealnya adalah 21 hari, tapi dinding non structural paling tidak sudah berumur 2 minggu sebelum diplester.

Pada saat mengaplikasikan plester dan aci usahakan agar menjaga kelembaban material yang seimbang antara bahan plester/aci dengan media dasar dinding, yaitu dengan membasahi dinding dasar dengan air bersih sebelum plester dan aci diaplikasikan.

Ada jeda waktu antara proses plester dengan proses acian sekitar 3 minggu untuk memberikan kesempatan agar bahan plester mengeras/mengering secara sempurna.

Gunakan material plester dan aci yang memiliki sifat plastis dengan elastisitas yang baik agar dapat mengimbangi deformasi material dasar dinding akibat pengaruh cuaca. Penggunaan semen mortar plesteran dan mortar acian siap pakai sangat dianjurkan karena telah diformulasi khusus untuk memiliki sifat elastisitas yang baik.

Hindari pemakaian bahan tambahan seperti kapur mill karena akan menyebabkan kerapuhan, acian mengelupas, dan masalah jamur dikemudian hari.

Jadi penting sekali untuk memperhatikan pekerjaan plester dan acian demi menjaga timbulnya retak rambut. semoga apa yang kami sampaikan dapat bermanfaat bagi anda. jangan lupa hubungi kami di www.teknikdepok.com  untuk mendapatkan informasi yang lainnya.

Anda bisa mendapatkan semua bahan yang diperlukan di atas di toko kami www.teknikdepok.com/alamat

Grosir / request alat teknik dan bangunan yang cukup sulit WHATSAPP only ya 0857-1003-2801 atau https://wa.me/6285710032801 Kita menyediakan admin khusus, silahkan chat wa di nomor tersebut. Jam aktif nya di jam 7 pagi – 5.30 sore setiap senin-sabtu.

Toko kami BUKA SETIAP HARI bisa mengunjungi Tokopedia kami di bawah ini

https://www.tokopedia.com/citrabangunan?keyword=raskam

atau untuk melihat katalog produk kami yang lain Anda dapat lihat pada website kami di www.teknikdepok.com

khusus pemesanan bahan bangunan yang besar, seperti triplek, tangki air, seng, pipa, dll.

bisa hubungi nomer 0851 0000 2579 atau 0851 004 39 630 atau 7888 1702 ( khusus telfon)

“mohon tidak meng copy artikel ini sembarangan karena artikel ini dibuat oleh tim www.teknikdepok.com mohon sertakan sumber bila anda memang mau meng copy data kami”

Selamat Berbelanja, Kami Tunggu Kedatangan dan Pesan

Exit mobile version