Pemakaian Linggis Sebagai Alat Tanam Pada Penanaman
Singkong (Manihot utilissima) atau ubi kayu adalah perdu tahunan tropika dan sub tropika dari suku Euphorbiaceae. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran. Wikipedia.
Mengutip dari dosenpertanian.com singkong memiliki naman latin Manihot esculenta adalah tanaman “tim www.teknikdepok.com membuat artikel ini dengan sepenuh hati, di harap jangan mengcopy artikel ini ” jenis umbi akar atau akar pohon yang panjang dengan fisik rata-rata memiliki garis tengah sekitar 2—3 cm dan panjangnya sekitar 50—80 cm tergantung dengan jenis dan varietas singkong yang dibudidayakan. Pada daging umbinya memiliki warna putih atau kekuning-kuningan.
Singkong adalah tanaman yang dapat dimanfaatkan selain sebagai sayuran dan makanan yiatu sebagai obat herbal untuk pengobatan penyakit rematik, demam, luka, rabun senja, ber-beri, bisul, demam, cacingan, diseentri, sakit kepala, dan juga dapat meningkatkan stamina. Umbinya tidak tahan disimpan walaupun ditempatkan di dalam kulkas/lemari pendingin/freezer. Gejala kerusakan umbi ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang berefek racun bagi manusia.
Singkong mempunyai batang yang lurus dengan tinggi sekitar 1,5—4 meter. Bentuk batangnya bulat, berkayu dan bergabus di bagian dalam batangnya dan bisa bercabang ganda bahkan tiga cabang, warna batangnya coklat atau keunguan.
Daun pada tanaman singkong termasuk daun majemuk dengan anak daun yang berbentuk elips dan ujungnya runcing. Daun singkong memiliki warna hijau muda, hijau kekuningan, bahkan sampai hijau keunguan. Mempunyai tangkai daun yang panjang dengan warna hijau, merah, kuning ataupun kombinasi dari ketiga warna ini.
Bunga tanaman singkong muncul pada tiap ketiak cabang, bunga betinanya dapat berkembang lebih dahulu dan matang pada saat bunga berumur 3—4 minggu. Jika bunga ini tidak dibuahi dalam jangka waktu 24 jam setelah matang maka bunga akan layu serta gugur. Sedangkan bunga jantannya akan makan dalam jangka waktu sebulan kemudian, sehingga penyerbukannya terjadi secara menyilang.
Akar tanaman singkong masuk ke dalam tanah dengan kedalaman 50—60 cm. Sebagian akar singkong ini dipergunakan sebagai tempat menyimpan bahan makanan yang biasa disebut dengan umbi singkong, karena inilah umbi singkong disebut juga dengan umbi batang. Karena umbi ini merupakan tempat untuk menyimpan cadangan makanan dalam ukuran yang cukup besar maka ukuran akarnya lebih besar dari akar tanaman lainnya yang seukuran singkong ini.
Dalam budidaya tanaman singkong biasanya dipergunakan batangnya sebagai setek yang ditancapkan ke tanah. Agar dapat tumbuh dengan baik maka tumbuhan singkong membutuhkan kondisi lingkungan yang ideal walaupn masih bisa tumbuh di tanah-tanah yang kurang ideal. Dalam pertumbuhannya tanaman singkong memerlukan sinar matahari yang cukup terang dari pagi sampai sore hari, dapat tumbuh di lahan yang memiliki ketinggian sampai dengan 800 meter dari permukaan laut dan memliki darinase yang baik karena tanaman ini tidak tahan terhadap lahan yang selalu basah atau berair atau tidak tahan terndam.
Sebelum tanaman singkong ini ditanam, terlebih dahulu dilakukan persiapan lahan. Lahan harus berada dalam kondisi terbuka, bebas naungan, bebas gulma ataupun bekas-tunggul-tunggul tanaman berkayu. Tanah digemburkan dengan menggunakan traktor atau cangkul, kemudian dibuat barisan-barisan tanam menggunakan lejer atau memakai tali dengan jarak tanam antar barisan selebar 1 meter dan jarak tanam dalam barisan di kisaran 80—100 cm.
Untuk lahan-lahan yang baru pertama kali dibuka biasanya dipergunakan cangkul untuk menggemburkan tanah, baru pada saat penanaman berikutnya dipergunakan traktor untuk menggemburkan sekaligus membersihkan lahan dari bekas-bekas tunggul kayu yang masih tersisa. Setelah beberapa kali tanam biasanya tanah sudah cukup gembur sehingga pemakaian traktor bisa tidak diperlukan lagi, cukup menggunakan cangkul atau linggis. Penggunaan linggis dimaksudkan untuk meringankan biaya yang dikeluarkan petani dalam pengolahan lahan atau mengirit biaya.
Linggis dipergunakan sebagai tempat menancapkan bibit tanaman singkong yang berupa setek berukuran panjang 15—20 cm. Siapkan tali supaya bibit ini bisa ditanamkan secara teratur barisannya. Cara menggunakan linggis ini adalah menghunjamkannya ke permukaan lahan lalu setelah tertancap linggis “tim www.teknikdepok.com membuat artikel ini dengan sepenuh hati, di harap jangan mengcopy artikel ini ” digoyang-goyangkan melingkar lalu dicabut. Tanamkan setek batang tanaman singkong ke dalam lubang yang sudah terbentuk, lalu tutup lubang dengan tanah menggunakan tangan seperlunya tidak perlu dipadatkan. Pekerja yang dibutuhkan untuk menanam dengan cara ini sebaiknya minimal dua orang, satu pekerja untuk membuat lubang dengan menggunakan linggis ini dan pekerja yang satu orang lagi untuk menanam setek batang tanaman singkong.
Anda bisa mendapatkan semua bahan yang diperlukan di atas di toko kami www.teknikdepok.com/alamat
Grosir / request alat teknik dan bangunan yang cukup sulit WHATSAPP only ya 0857-1003-2801 atau https://wa.me/6285710032801 Kita menyediakan admin khusus, silahkan chat wa di nomor tersebut. Jam aktif nya di jam 7 pagi – 5.30 sore setiap senin-sabtu.
Toko kami BUKA SETIAP HARI bisa mengunjungi Tokopedia kami di bawah ini
https://www.tokopedia.com/citrabangunan?keyword=linggis
atau untuk melihat katalog produk kami yang lain Anda dapat lihat pada website kami di www.teknikdepok.com
khusus pemesanan bahan bangunan yang besar, seperti triplek, tangki air, seng, pipa, dll.
bisa hubungi nomer 0896 9596 9949 atau 7888 1702 ( khusus telfon)
“mohon tidak meng copy artikel ini sembarangan karena artikel ini dibuat oleh tim www.teknikdepok.com mohon sertakan sumber bila anda memang mau meng copy data kami”
Selamat Berbelanja, Kami Tunggu Kedatangan dan Pesan